Skip to main content

Posts

Pergi Pagi, Pulang Pagi

Metro M pertama menuju arah kota ( inbound ) biasanya datang sekitar jam 7:05. Halte Metro terdekat jaraknya hanya sekitar 50m, berada di sudut perempatan Broad St dan Plymouth St. Jika gagal mendapatkan kereta inbound pertama, maka aku biasa menggunakan Metro outbound menuju stasiun Balboa Park dan dilanjutkan dengan BART menuju stasiun Montgomery. Kelebihan dari pilihan kedua ini adalah, waktu tempuh yang lebih cepat namun lebih mahal (yang sebenarnya bukan masalah karena aku menggunakan kartu unlimited yang berlaku untuk Muni maupun BART). Alasan utamanya aku kurang suka pilihan ini adalah karena kurang dapat menikmati perjalanannya yang selalu berada di bawah tanah. Untuk mengejar kelas pertama jam 8.05, aku sudah harus berada di halte Metro sebelum jam 7 pagi. Dari rumah, pasti selalu panik kalau ada bunyi lonceng Muni, menandakan bahwa mereka sudah siap berangkat. Di halte, sekitar jam 7 paling banyak mungkin hanya ada 3 calon penumpang lain yang sudah menunggu. Rasanya ham...

San Francisco dan Makanan yang Biasa Dimakan

".. berkali -kali gua masukin kata kunci di google: “how to eat in Whole Foods Market” “How to weight the prepared foods in Whole Foods Market” “how many rice is a pound” “how much is for a pound chicken “how heavy is for average meals” ”can I mix the chicken with veggies and rice in one Whole Foods Market prepared foods’ box to go” dan pertanyaan lain yang sebenarnya bisa gua tanyakan langsung pada petugas di sana tanpa harus terlihat bodoh.." Pantry: ada cornflakes dan susu, serta roti yang selalu tersedia. Pagi hari di Farallones Street, gua biasanya memulai hari dengan 2 tangkup toasts (roti panggang) dilapisi dengan selai kacang atau coklat. Terkadang kalau tersedia, gua juga bawa apel atau pisang untuk dimakan di jalan. Pilihan lain adalah sereal (biasanya corn flakes ) dengan susu dingin yang selalu disediakan Gabriel sang bapak asuh untuk ke-12 tamunya. Simpel, namun biasanya gua terpaksa sarapan dengan terburu-buru karena harus mengejar ...

Retentio Secundinae

“..Cervixnya sudah mulai menutup rapat, dan plasentanya pun jelas sudah mulai membusuk di dalam, Menyebarkan bau menyengat yang menempel pada semua jenis permukaan, termasuk kulit dan wearpack kami..” Gua nyaris kehabisan akal buat menghilangkan bau busuk di wearpack gua. Setelah menghabiskan berbagai bahan kimia termasuk sabun cuci piring dan pelicin pakaian, akhirnya baunya tidak bisa benar-benar hilang. Wearpack itu akhirnya cuma bisa gua lipat dan dimasukkan dalam plastik dengan tambahan beberapa butir kapur barus. Bau itu mungkin akan selalu mengingatkan gua pada kasus terakhir di Salatiga. … Punggung, paha, dan tangan gua mulai pegal, gabungan antara akibat kontraksi cervix (leher rahim) si sapi dan posisi gua yang setengah berjongkok mengikuti posisi sapi yang juga setengah berjongkok tiap kali mengejan. Berkali-kali dokter Mukhlas menanyakan perkembangan kerja kami dengan sedikit cemas, sedangkan si sapi sepertinya sudah mulai kelelahan sambil sesekali mengejan. Se...

San Francisco dan Sistem Transportasinya

"...Bahkan Market street, salah satu jalan paling oportunis dan mahal di jantung kota San Francisco tidak pernah terlihat macet seperti jalan paling oportunis di kawasan Dramaga: jalan Bara..." "Saya juga tidak begitu suka dengan sistem ini.” Seorang guru memberikan opininya saat kami sedang membahas sistem transportasi di San Francisco. “Well, mungkin bisa dibilang itu yang terburuk. Kemacetan terjadi hampir setiap hari, setiap waktu.” Pandangan gua seketika buyar, mencoba menelusuri seluruh jalan di San Francisco yang gua ingat. Mulai dari Farallones street tempat gua memulai hari, Hyde St., Embarcadero St., North Point St., sampai Crooked Street di Lombard yang selalu dipenuhi turis. Tapi entah jalan mana yang Jacquie anggap selalu macet. Bahkan Market street, salah satu jalan paling oportunis dan mahal di jantung kota San Francisco tidak pernah terlihat macet seperti jalan paling oportunis di kawasan Dramaga: jalan Bara. Tidak. Gua yakin Jacquie belum pernah merasaka...

San Francisco dan Musim Panasnya

"... Dan gua jawab bahwa gua mulai terbiasa dengan suhu di sana. Seringnya gua ngomong gitu dengan rambut yang berdiri semua, atau hidung yang meler ingusan. ..." Bertualang di negri orang tentu memiliki kesan tersendiri. Terlebih jika itu merupakan penglaman pertama, sendiri, dengan persiapan yang bisa dibilang kurang matang, dan yang paling fatal adalah sifat ceroboh yang rasanya selalu mengikuti dan gak pernah berkurang. Gua datang ke San Francisco dengan koper terbesar yang kami punya. Terlihat berlebihan, tapi ternyata sangat membantu pada akhirnya. Dengan panduan  check-list  yang gua buat, koper itu penuh dalam beberapa malam: baju dan celana MUSIM PANAS UNTUK 4 MINGGU, peralatan pribadi, sampai MIE INSTAN KEMASAN KECIL maupun KEMASAN STEREFOAM. Semua barang itu gak ada yang sia-sia, tapi sesungguhnya banyak yang lebih penting dan berarti untuk dibawa. Kesalahan terbesar pertama gua adalah, gua gak browsing dulu masalah musim panas di San Francisco. Ya, gu...

The Sun Rises

"...Pada saat-saat seperti inilah gua makin menyadari bahwa waktu gua tinggal sebentar lagi namun gua telah mengalami berbagai pengalaman yang luar biasa..." Senin, 31 Agustus 2015 Hari ini dingin, sepeti biasa. Jalanan terlihat basah sebasah-basahnya, padahal tadi malem gak hujan. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk buat gua turun dari kasur dan menyadarkan gua kalau gua telat. Bukan hal yang mudah, bahkan terasa sangat berat pagi itu untuk ketemu sama David dan Julien di stasiun Powell jam 5 pagi. Gua ngeliat jam dan memutuskan buat lari dari rumah ke stasiun Balboa Park. Bukan pilihan bijak saat itu buat nunggu MUNI atau bis pada jam dan suhu segitu. Gua berusaha meyakinkan David kalau gua udah di jalan dan akan nyampe di stasiun Powell dalam beberapa menit. Gua menyelusuri 1.4 km trotoar gelap menuju stasiun, masih berharap ada MUNI yang lewat. Pukul 4.45, gua gak mungkin sampe tepat waktu. Butuh waktu sekitar 8 menit naik BART buat samp...