Skip to main content

Posts

San Francisco dan Sistem Transportasinya

"...Bahkan Market street, salah satu jalan paling oportunis dan mahal di jantung kota San Francisco tidak pernah terlihat macet seperti jalan paling oportunis di kawasan Dramaga: jalan Bara..." "Saya juga tidak begitu suka dengan sistem ini.” Seorang guru memberikan opininya saat kami sedang membahas sistem transportasi di San Francisco. “Well, mungkin bisa dibilang itu yang terburuk. Kemacetan terjadi hampir setiap hari, setiap waktu.” Pandangan gua seketika buyar, mencoba menelusuri seluruh jalan di San Francisco yang gua ingat. Mulai dari Farallones street tempat gua memulai hari, Hyde St., Embarcadero St., North Point St., sampai Crooked Street di Lombard yang selalu dipenuhi turis. Tapi entah jalan mana yang Jacquie anggap selalu macet. Bahkan Market street, salah satu jalan paling oportunis dan mahal di jantung kota San Francisco tidak pernah terlihat macet seperti jalan paling oportunis di kawasan Dramaga: jalan Bara. Tidak. Gua yakin Jacquie belum pernah merasaka...

San Francisco dan Musim Panasnya

"... Dan gua jawab bahwa gua mulai terbiasa dengan suhu di sana. Seringnya gua ngomong gitu dengan rambut yang berdiri semua, atau hidung yang meler ingusan. ..." Bertualang di negri orang tentu memiliki kesan tersendiri. Terlebih jika itu merupakan penglaman pertama, sendiri, dengan persiapan yang bisa dibilang kurang matang, dan yang paling fatal adalah sifat ceroboh yang rasanya selalu mengikuti dan gak pernah berkurang. Gua datang ke San Francisco dengan koper terbesar yang kami punya. Terlihat berlebihan, tapi ternyata sangat membantu pada akhirnya. Dengan panduan  check-list  yang gua buat, koper itu penuh dalam beberapa malam: baju dan celana MUSIM PANAS UNTUK 4 MINGGU, peralatan pribadi, sampai MIE INSTAN KEMASAN KECIL maupun KEMASAN STEREFOAM. Semua barang itu gak ada yang sia-sia, tapi sesungguhnya banyak yang lebih penting dan berarti untuk dibawa. Kesalahan terbesar pertama gua adalah, gua gak browsing dulu masalah musim panas di San Francisco. Ya, gu...

The Sun Rises

"...Pada saat-saat seperti inilah gua makin menyadari bahwa waktu gua tinggal sebentar lagi namun gua telah mengalami berbagai pengalaman yang luar biasa..." Senin, 31 Agustus 2015 Hari ini dingin, sepeti biasa. Jalanan terlihat basah sebasah-basahnya, padahal tadi malem gak hujan. Butuh waktu sekitar 30 menit untuk buat gua turun dari kasur dan menyadarkan gua kalau gua telat. Bukan hal yang mudah, bahkan terasa sangat berat pagi itu untuk ketemu sama David dan Julien di stasiun Powell jam 5 pagi. Gua ngeliat jam dan memutuskan buat lari dari rumah ke stasiun Balboa Park. Bukan pilihan bijak saat itu buat nunggu MUNI atau bis pada jam dan suhu segitu. Gua berusaha meyakinkan David kalau gua udah di jalan dan akan nyampe di stasiun Powell dalam beberapa menit. Gua menyelusuri 1.4 km trotoar gelap menuju stasiun, masih berharap ada MUNI yang lewat. Pukul 4.45, gua gak mungkin sampe tepat waktu. Butuh waktu sekitar 8 menit naik BART buat samp...

171 aka. NITIPERS

"...Ya, satu tahun bagi gua bukan waktu yang cepat pun lama. Setidaknya 'cukup' buat pemanasan bagi gua buat tinggal jauh dari rumah dan keluarga, tapi dekat dengan orang-orang baru. 'Cukup' buat merasa nyaman tidur sekamar ber-4. 'Cukup' buat menantang diri gua buat keluar dari batas nyaman gua..." Kamar gua sangat ((SANGAT)) jarang foto bareng ber-4. Foto yang di atas sebenernya juga merupakan foto lorong pas penyambutan 51 di lapangan belakang gymnasium. foto di bawahnya, walaupun gak dalam satu frame tapi diambil pada waktu yang sama, merupakan foto pertama dan terakhir di kamar ber-4. Gua udah pernah ceritain gimana kesan pertama gua pas ketemu imam di hari pertama masuk asrama, tapi cuma sedikit cerita tentang ali apa lagi adi. Ya, satu taun bagi gua bukan waktu yang cepat pun lama. Setidaknya 'cukup' buat pemanasan bagi gua buat tinggal jauh dari rumah dan keluarga, tapi dekat dengan orang-orang baru. 'Cukup' buat me...

A Lesson to Remember

4 juni 2014, Gedung Balai Komando Cijantung, Jakarta Timur. Ulang tahun terakhir gua bareng sama temen-temen SMA. Semua orang hadir, butuh usaha keras juga. Tapi justru alasan inilah yang membuat gua cukup puas waktu itu. Setidaknya masih ada kesempatan terakhir buat full pack bareng anak-anak UNESCO, IPA 1. Alasan lain mereka semua dateng, hari ini merupakan akhir dari kehidupan SMA kami dan awal dari kehidupan kami sebagai mahasiswa. Wisuda. Sayangnya gua gak punya foto yang lebih bagus dari ini. Cuma beberapa anak yg ikut di sini, termasuk Rustam, IPA 4, yang tiba-tiba ikut foto dan papi Tigor, wali kelas tergawl yang pernah gua kenal. Beliau wali kelas XI, yang bahkan sampe sekarang fotonya masih jadi profil picture whatsapp group UNESCO. 4 Juni 2015, lab anatomi Muslihoen IPB, Bogor. Ya hari ini gua ada ujian praktikum AnVet 1 yang terakhir: Miologi kaki belakang, leher, dan kepala. Gua berharap cukup besar di ujian ini, mengingat nilai gua sebelumnya terjun bebas. Malemnya...

Miologi: saat daging rendang tidak lagi seperti rendang

Empat foto pertama. Penggunaan kamera maupun hp di lab saat praktikum berlangsung sangat dilarang. Foto-foto di atas diambil setelah praktikum berakhir. Kelompok kelas sore atau terakhir bertanggung jawab untuk merapihkan preparat dan mengembalikannya ke gudang preparat basah. Preparat harus benar-benar diikat dengan rapat agar tidak mudah rusak. Gudang preparat basah sendiri merupakan ruangan dengan bak maupun container box yang berisi formalin dan spesimen hewan. Aroma formalin memenuhi ruangan tersebut. itu foto kelompok gua. Foto ke-3. Ada juga foto tugas gua, intinya merekonstruksi otot dengan warna berbeda. Walaupun pada praktiknya otot yang kita gunakan gak seberwarna itu. Foto terakhir, postingan ini bertepatan dengan hari kedokteran hewan dunia -world veterinary day. *** Rangkaian mata kuliah wajib dasar veteriner di semester 2: Anatomi Veteriner I (AnVet). Mata kuliah ini dibagi menjadi 3 sesi dan 2 tipe kelas. *** "saat d...